Jumat, 08 Februari 2013

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN TERHADAP PEMILIHAN UKURAN KEMASAN PRODUK SUSU


Abstrak
Produk susu untuk bayi pengganti ASI terutama yang digunakan untuk berusia antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun banyak dikonsumsi oleh bayi-bayi di Indonesia. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengambilan keputusan konsumen terhadap pemilihan ukuran kemasan yang meliputi kesukaan, kebutuhan bayi, harga, kepraktisan dalam pengemasan dan penyimpanan, nilai gizi, masa kadaluarsa, kenampakan kemasan, kebiasaan pemakaian dan gengsi. Konsumen yang digunakan sebagai responden digolongkan menjadi 3 kelompok menurut pendapatan per kapita per bulan dengan menggunakan pendekatan pengeluaran untuk konsumsi makanan. Ketiga golongan tersebut meliputi: klas sosial bawah, menengah dan atas. Sampling dilakukan secara acak di wilayah Yogyakarta. Selanjutnya hasil yang diperoleh dianalisis melalui uji validitas dan realibilitas, indeks sikap konsumen dan analisis variansi dengan least significant different. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen dari ketiga kelompok sosial masyarakat kebanyakan memiliki penerimaan yang berbeda terhadap pertimbangan yang dilakukan dalam pemilihan ukuran kemasan. Berdasatkan skala sikap konsumen 1 sampai 5, konsumen kelas bawah memberikan indeks sebesar 3,558; kelas menengah 4,044 dan kelas atas 4,214. Sedangkan persepsi sama diberikan oleh ketiga kelompok terhadap prioritas kesukaan dan kebutuhan bayi. Berdasarkan uji khi kuadrat diperoleh hasil, bahwa tingkat pengeluaran dan tingkat pendidikan konsumen dalam memilih kemasan produk susu tersebut.

Pendahuluan
Perkembangan perekonomian negara Indonesia semakin bertambah pesat, hal ini menimbulkan perubahan dan kemajuan yang terasa dalam kehidupan masyarakat. Pola kehidupan dan cara berfikir dalam memilih barang-barang kebutuhannya yang ada di pasaran. Pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh konsumen dalam memilih merk produk maupun ukurannya sangat beragam. Pada penelitian ini dipilih suatu produk susu formula lanjutan SGM-2 dengan alasan produk ini merupakan produk yang termasuk market leader dalam jenis produknya. Menurut penelitian Kartiningsih (1997), prosentase responden pemakai susu SGM-2 menempati urutan pertama dibanding merk-merk susu yang lain dalam produk sejenis dan disimpulkan bahwa SGM-2 berhasil menjadi pemimpin pasar (market leader) khususnya di kota Yogyakarta. Seperti diketahui, bahwa pangsa pasar SGM-2 adalah segmen menengah ke bawah, namun dengan adanya krisis ekonomi yang tengah melanda Indonesia bukan tidak mungkin segmen menengah ke atas ikut mengkonsumsi SGM-2. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen SGM-2 terdiri dari berbagai lapisan sosial. Produk SGM-2 yang beredar di pasaranpun mempunyai ukuran kemasan yang bervariasi. Dengan adanya ukuran kemasan yang bervariasi ini membuat konsumen menjadi lebih leluasa untuk menentukan pilihannya dalam memenuhi kebutuhan bayinya. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya, telah dilakukan suatu survey mengenai sikap konsumen terhadap pemilihan merk-merk tertentu dari sejumlah jenis produk. Namun melihat perkembangan ekonomi yang ada sekarang ini, pemilihan merk bukan hanya merupakan pertimbangan yang utama, namun pemilihan ukuran kemasan dari berbagai macam ukuran berikut harganya turut dipertimbangkan oleh konsumen. Oleh karena itu penelitian terhadap sikap konsumen dalam pengambilan keputusan untuk memilih ukuran kemasan diharapkan akan bermanfaat bagi perusahaan agar dapat mengidentifikasi dan memahami pertimbangan konsumen dengan baik, sehingga usaha pemasaran yang dijalankan dapat mencapai target.
Kesimpulan
Konsumen SGM-2 terdiri dari ketiga kelas sosial yang ada yaitu golongan bawah, golongan menengah dan golongan atas. Konsumen terbesar adalah dari golongan menengah yaitu 57%, disusul golongan atas 34% dan golongan bawah 9%. Pola konsumsi SGM-2 terbesar terdapat pada ukuran kemasan 300 gram yaitu 55% disusul ukuran kemasan 800 gram 29% dan ukuran kemasan 150 gram 16%. Untuk golongan bawah konsumsi terbesar terdapat pada ukuran kemasan 150 gram sebesar 78%. Golongan menengah konsumsi terbesar pada ukuran kemasan 300 gram sebesar 69% dan golongan atas konsumsi terbesar pada ukuran kemasan 800 gram sebanyak 53%. Indeks sikap konsumen dari golongan bawah, menengah dan atas masing-masing adalah : 3,558;4,044 dan 4,214. Berdasarkan pengelompokan daerah penerimaan maka indeks sikap tersebut menunjukkan ketiga kelas sosial yang ada mempunyai sikap baik terhadap pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan ukuran kemasan. Hal ini berarti konsumen telah memahami arti penting pertimbangan-pertimbangan tersebut dan peranannya dalam menentukan keputusan pemilihan ukuran kemasan meskipun bobot perhatian yang diberikan dari setiap pertimbangan tidak sama. Dari ketiga kelas sosial ternyata kesukaan & kebutuhan/minggu serta niali gizi mendasari konsumen dalam pemilihan ukuran bukan faktor harga.
Sumber
Prosiding Seminar Nasional dan Kongres Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) di Jakarta 17-18 Desember 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar