Jumat, 08 Februari 2013

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA KLON TEH UNGGULAN


Abstrak
Penelitian aktivitas antioksidan beberapa klon teh unggulan telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klon Gambung 3 mempunyai aktivitas yang paling kuat dibandingkan dengan klon unggulan lainnya. Hal ini ditandai dengan rendahnya nilai absorbansi. Tinggi rendahnya aktivitas antioksidanpun dapat dilihat dari nilai slope. Tingginya nilai slope menunjukkan aktivitas antioksidan yang rendah. Klon Gambung 2 mempunyai nilai slope tertinggi yaitu 0,3720 selanjutnya disusul oleh Gambung 4, 1, 5 dan 3 dengan nilai slope masing-masing 0,3512; 0,3342; 0,3264 dam 0,2876. Pada hari ke-10 inkubasi, Gambung 3 mampu menghambat terjadinya oksidasi asam linoleat sebesar 59,10% sedangkan Gambung 1, 2, 5 dan 4 masing-masing hanya mampu menghambat oksidasi sebesar 45,17%; 44,82%; 41,59% dan 39,00%. Kata kunci: Klon Teh Unggulan, antioksidan, oksidasi, asam linoleat

Pendahuluan
Tanaman teh (Camellia sinensis L.O. Kuntze) dibudidayakan secara luas di lebih dari 30 negara dan telah memberikan kosntribusi yang tidak sedikit bagi perekonomian negara-negara tersebut (Fernandez et al., 2002). Negara-negara yang tercatat sebagai produsen teh terbesar di dunia di antaranya China, India, Srilanka, Jepang, Kenya, Bangladesh dan Indonesia (Kumar et al., 2005). Sejumlah penelitian baik secara epidemiologi maupun farmakologi menyatakan bahwa mengkonsumsi teh, terutama teh hijau dapat menurunkan resiko terkena kanker dan penyakit jantung koroner. Keberadaan teh sebagai antioksidan disejumlah publikasi mutakhir sudah tidak bisa dipungkiri lagi (An et al., 2004; Ikeda et al., 2003; Yanagimoto et al. 2003; Su et al., 2003; Yokozawa et al, 2003). Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya aktivitas antioksidan teh sangat dipengaruhi oleh kandungan senyawa kimia dalam teh tersebut ( Chen et al., 2005; Suzuki et al., 2003; Xu et al., 2003; Williams et al., 2003). Jenis tanaman, umur tanaman, jenis petikan, ketinggian kebun dan klon sangat mempengaruhi kandungan kimia tersebut. Karena kondisi tanah dan iklim lingkungannya, hampir 100% tanaman teh di Indonesia adalah Camellia sinensis varietas assamica. Vaietas ini mempunyai kandungan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas sinensis yang dibudidayakan di Jepang, China dan Taiwan sehingga potensinya sebagai antioksidan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas antioksidan beberapa klon teh unggulan Indonesia yang bebasis varietas assamica.
Kesimpulan
Teh Indonesia yang sebagian besar berbahan dasar Camellia sinensis varietas assamica berpotensi besar sebagai sumber minuman kesehatan. Dari lima klon teh unggulan yang diuji, Gmb-3 memperlihatkan aktivitas antioksidan yang paling baik. Tingginya aktivitas antioksidan yang ditimbulkan oleh Gmb-3 tidak terlepas dari tingginya kandungan katekinnya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya korelasi positif antara aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa katekin
Sumber
Prosiding Seminar Nasional dan Kongres Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) di Jakarta 17-18 Desember 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar